Selasa, 21 September 2021

Tugas 1 ( Ekonomi Moneter 2 )

 

    Tugas 1

 

EKONOMI MONETER 2



 

NAMA      : LINDA IDO

NIM          : B1A119037

KELAS     : A

 

 

JURUSAN ILMU EKONOMI DAN STUDI PEMBANGUNAN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2021







v Data Pendapatan Nasional dengan 3 pendekatan ( Produksi, pengeluaran dan Pendapatan )

 

(Data Pendapatan  Nasional ( PDB Pengeluaran  Tahun 2016-2020 )

 

Tahun

 

 

Harga Konstan ( Rp) Ta.Dasar 2010

 

Harga Berlaku ( Rp)

PDB (Milyar)

Perubahan(%)

PDB (Milyar)

Perubahan (%)

2016

9,434,613.40

5.03

 

12,401,728.50

 

7.59

2017

9,912,928.10

 

5.07

 

13,589,825.70

9.58

2018

10,425,851.90

5.17

 

14,838,756.00

9.19

2019

10,949,037.80

5.02

15,832,535.40

6.70

2020

10,722,442.70

-2.07

15,434,151.80

-2.52

 

 

 

 

 

 

v Data APBN Negara Indonesia

 

(Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020)

 

Rincian

2020

Realisasi

% Realisasi terhadap PERPRESS 72

A. Pendapatan Negara dan Hibah

1.633,6

96,1%

I. Peneriman Dalam Negeri

1.621,3

95,4%

   1.Penerimaan Perpajakan

1.282,8

91,3%

     a. Pajak Dalam Negeri

1.247,2

91,1%

     b. Pajak Perdagangan    Internasional

36,6

109,7%

   2. Penerimaan Negara bukan Pajak

338,5

115,1%

     a. Penerimaan Sumber Daya Alam

97,8

122,1%

     b. Pendptn dri Kekayaan Negara yang Di pisahkan

66,1

101,7%

     c. PNBP Lainnya

110,5

109,9

     d. Pendapatan BLU

62,6

1138,7%

II. Hibah

12,3

946,2%

B. Belanja Negara

2.589,9

94,6%

I. Belanja Pemerintah Pusat

1.827,4

92,5%

1.      Belanja Pegawai

380,2

94,3%

2.      Belanja Barang

402,5

154,3%

3.      Belanja Modal

167,3

136,3%

4.      Pembayaran Kewajiban Utang

314,1

92,7%

5.      Subsidi

195,0

102,2%

6.      Belanja Hibah

6,1

123,7%

7.      Bantuan Sosial

199,0

116,1%

8.      Belaja Lainnya

120,0

26,5%

II. Transfer ke Daerah dan Dana Desa

762,5

99,8%

    1. Transfer ke Daerah

691,4

99,8%

                i.            Dana Bagi Hasil

93,9

108,7%

              ii.            Dana Alokasi Umum

381,6

99,3%

            iii.            Dana Alokasi Umum Khusus Fisik

50,2

93,1%

            iv.            DAK Nonfisik,Dana Otonomi Khusus dan Insentif Daerah

 

 

      2. Dana Desa

165,7

98,5%

C. Keseimbangan Primer

71,1

99,9%

D. Surplus/Defisit Anggaran

-642,2a

 

    Surplus (Defisit)% (PDB)

-956,3

 

 

-6,2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) tahun anggaran 2020 mengalami defisit Rp 956,3 Triliun. Meskipun begitu, defisit APBN lebih baik dari yang di perkirakan di dalam Perpres 72/2020 yaitu sebesar Rp 1.039,2 triliun. Kinerja pelaksanaan APBN misalnya dalam hal Realisasi pendapatan negara mencapai Rp 1.633,6 Trilliun ( 96,1 % dari target Perpres 72/ 2020). Jika di bandingkan dengan capaian tahun 2019,realisasi pendapatan negara Tahun 2020 tersebut tumbuh negatif  -16,7%.  Di sisi lain belanja negara, total belanja negara sepanjang 2020 mencapai Rp 2.589,9 trilliun, atau 94,6 % dari target. Belanja negara naik 12,2 %  dari realisasi 2019 yang di dukung oleh kebijakan realokasi anngaran belanja K/L dan TKDD.

 

 

v Data APBD Provinsi Sulawesi Tenggara

(Data APBD Sulawesi Tenggara Tahun Anggaran 2018)

                 

Nomor

Rincian

Nilai APBD

1

Pendapatan

3.785.562.578.471

2

PAD

903.949.000.785

3

Pajak daerah

688.866.498.396

4

Retribusi daerah

21.109.507.164

5

Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan

47.274.752.446

6

lain-lain PAD yang sah

146.698.242.779

7

Dana perimbangan

2.865.113.577.686

8

Dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak

124.542.954.342

9

Dana alokasi umum

1.575.959.517.000

10

Dana alokasi khusus

1.164.611.106.344

11

Lain-lain pendapatan daerah yang sah

16.500.000.000

12

Hibah

-

13

Dana darurat

-

14

Dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemda lainnya

-

15

Dana penyesuaian dan otonomi khusus

16.500.000.000

16

Bantuan keuangan dari provinsi atau pemda lainnya

-

17

Lain-lain

-

18

Belanja

3.586.474.436.543

19

Belanja tidak langsung

2.273.661.535.739

20

Belanja pegawai TL

1.303.814.903.045

21

Belanja bunga

6.597.947.228

22

Belanja supsidi

-

23

Belanja hibah

628.520.417.946

24

Belanja bantuan sosial

-

25

Belanja bagi hasil KPD PROP/KAB/KOTA dan PEMDES

302.222.794.259

26

Belanja bantuan keuangan KPD PROP/KAB/KOTA dan PEMDES

32.449.028.261

27

Belanja tidak terduga

56.445.000

28

Belanja langsung

1.312.812.900.804

29

Belanja pegawai L

-

30

Belanja barang dan jasa

517.615.638.541

31

Belanja modal

795.197.262.263

32

Surplus/devisit

199.088.141.928

33

Pembiayaan

286.106.451.257

34

Penerimaan

352.655.750.081

35

SiLPA TA sebelumnya

352.655.750.081

36

Pencairan dana cadangan

-

37

Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan

-

38

Penerimaan pinjaman daerah dan obligasi daerah

-

39

Penerimaan kembali pemberian pinjaman

-

40

Pengeluaran

66.549.298.824

41

Pembentukan dana cadangan

-

42

Penyertaan modal (investasi) daerah

20.906.980.424

43

Pembayaran pokok utang

45.642.318.400

44

Pemberian pinjaman daerah

-

45

Pembayaran kegiatan lanjutan

-

46

Pengeluaran perhitungan pihak ketiga

-

 

 

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD ) 2018 Provinsi Sulawesi Tenggara mencapai Rp 3,2 Trilliun di banding tahun 2017 yang hanya berkisar di bawah Rp 3 Trilliun.  kenaikan RAPB 2018 yang dinilai tidak begitu besar itu karena dipengaruh beberapa faktor penerimaan yang minim, seperti Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) serta adanya penghapusan penarikan dari bea cukai tembakau dan lain sebagianya. Menurut data, APBD Sulawesi Tenggara Tahun 2018 mengalami defisit sebesar Rp 38,34 Milyar di sebabkan karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami penurunan. Oleh karena itu, pengalokasian dana APBD tersebut harus mencapai target kinerja program dan renstranya masing-masing. Pertama, misalnya masalah infrastruktur, Pemprov harus memprogramkan perbaikan dan pembangunan beberapa pelabuhan yang belum memiliki fasilitas yang menunjang untuk peningkatan PAD. Ini di lakukan untuk menyelesaikan masalah perhubungan agar hubungan antar daerah di Sultra berjalan lancar. Selain itu, misalnya apabila Kab. Muna Barat dan Bombana di tetapkan sebagai sentra pengembangan bibit ternak sapi dan perkebunan, maka anggaran untuk itu tentu di prioritaskan. Begitu pula dengan kabupaten lain dengan potensi yang ada.

 

 

v Data APBD Kab. Muna Barat

 

APBD  Kabupaten Muna Barat  Tahun 2018

 

Nomor

Rincian

Nilai APBD

1

Pendapatan

601.856.282.675

2

PAD

32.972.030.173

3

Pajak daerah

3.529.270.434

4

Retribusi daerah

850.429.211

5

Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan

514.911.137

6

lain-lain PAD yang sah

28.077.419.391

7

Dana perimbangan

492.690.813.288

8

Dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak

14.989.448.940

9

Dana alokasi umum

35.862.831.000

10

Dana alokasi khusus

120.838.533.348

11

Lain-lain pendapatan daerah yang sah

76.193.439.214

12

Hibah

2.000.000.000

13

Dana darurat

-

14

Dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemda lainnya

7.369.185.429

15

Dana penyesuaian dan otonomi khusus

66.818.419.000

16

Bantuan keuangan dari provinsi atau pemda lainnya

-

17

Lain-lain

5.834.785

18

Belanja

617.988.731.358

19

Belanja tidak langsung

267.653.371.844

20

Belanja pegawai TL

157.529.090.219

21

Belanja bunga

-

22

Belanja supsidi

1.113.986.000

23

Belanja hibah

5.171.600.000

24

Belanja bantuan sosial

-

25

Belanja bagi hasil KPD PROV/KAB/KOTA dan PEMDES

-

26

Belanja bantuan keuangan KPD PROV/KAB/KOTA dan PEMDES

103.838.695.625

27

Belanja tidak terduga

-

28

Belanja langsung

350.335.359.514

29

Belanja pegawai L

-

30

Belanja barang dan jasa

136.587.825.148

31

Belanja modal

213.747.534.366

32

Surplus/devisit

16.132.448.683

33

Pembiayaan

69.641.344.935

34

Penerimaan

69.641.344.935

35

SiLPA TA sebelumnya

69.641.344.935

36

Pencairan dana cadangan

-

37

Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan

-

38

Penerimaan pinjaman daerah dan obligasi daerah

-

39

Penerimaan kembali pemberian pinjaman

-

40

Pengeluaran

-

41

Pembentukan dana cadangan

-

42

Penyertaan modal (investasi) daerah

-

43

Pembayaran pokok utang

-

44

Pemberian pinjaman daerah

-

45

Pembayaran kegiatan lanjutan

-

46

Pengeluaran perhitungan pihak ketiga

-

 

v Data Neraca Pembayaran Indonesia ( NPI )

(Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2020)

Komponen ( Milliar Dolar)

                                       2020

I

II

III

IV

Total

Transaksi Berjalan

-3,7

-2,9

1,0

0,8

-4,7

A. Barang

4,5

4,0

9,8

9,8

28,2

-          Ekspor, fob

41,7

34,7

40,8

46,2

163,3

-          Impor, fob

-37,3

-30,7

-31,0

-36,2

-135,2

      a. Nonmigas

5,8

3,3

9,4

11,3

29,9

      b. Migas

-2,7

-0,8

-0,7

-1,2

-5,4

B. Jasa-jasa

-1,9

-2,2

-2,7

-3,1

-9,8

C. Pendapatan Primer

-7,89

-6,2

-7,4

-7,5

-29,0

D. Pendapatan Sekunder

1,7

1,4

1,4

1,4

5,9

Transaksi Modal dan Finansial

-3,1

10,5

0,9

-0,9

7.8

  1. Investai langsung

4,3

3,4

1,4

4,2

14,1

  2. Investasi portofolio

-6,1

9,8

-1,9

2,2

3,9

  3. Investasi lainnya

-0,9

-2,7

1,5

-7,5

-10,2

Neraca Keseluruhan

-8,5

9,2

2,1

-0,2

2,6

  Memorandum

 

 

 

 

 

-          Cadangan Devisa

121,0

131,7

135,2

135,9

135,9

Dalam bulan  impor dan pembayaran ULN pemerintah

121,0

131,7

135,2

135,9

135,9

-          Transaksi Berjalan (% PDB)

-1,3

-1,3

0,4

0,3

-0,5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

NPI secara keseluruhan tahun 2020 surplus, sehingga ketahanan sektor eksternal tetap terjaga di tengah tekanan pandemi Covid-19. Surplus NPI tahun 2020 sebesar 2,6 miliar dolar AS, melanjutkan capaian surplus pada tahun sebelumnya sebesar 4,7 miliar dolar AS. Perkembangan tersebut didorong oleh penurunan defisit transaksi berjalan serta surplus transaksi modal dan finansial. Defisit transaksi berjalan pada 2020 sebesar 4,7 miliar dolar AS (0,4% dari PDB), jauh menurun dari defisit pada 2019 sebesar 30,3 miliar dolar AS (2,7% dari PDB). Penurunan defisit tersebut sejalan dengan kinerja ekspor yang terbatas akibat melemahnya permintaan dari negara mitra dagang yang terdampak Covid-19, di tengah impor yang juga tertahan akibat permintaan domestik yang belum kuat. Sementara itu, transaksi modal dan finansial pada 2020 tetap surplus sebesar 7,9 miliar dolar AS sejalan dengan optimisme investor terhadap pemulihan ekonomi domestik yang terjaga dan ketidakpastian di pasar keuangan global yang mereda, terutama pada semester II 2020.

 

 

v Data Neraca Moneter Indonesia

(Neraca Otoritas Moneter (Uang Primer) Milyar Rupiah Tahun 2019)

No.

Keterangan

2019

 

Agust

 

Sept

1

Uang Primer

1,111,506

933,675

960,791

2

Uang kartal yang di edarkan

793,727

762,119

762,127

3

Uang kartal di luar Bank Umum dan BPR

654,683

666,793

674,441

4

Kas bank umum dan BPR

139,043

95,327

87,686

5

Saldo Giro positif Bank Umum pada BI

316,59

169,975

198,273

6

Giro sektor Swasta

1,181

1,581

391

7

SBI 1)

0

-

-

8

Faktor Yang Mempengaruhi Uang Primer

1,111,506

933,675

960,791

9

Aktiva Luar Negeri Bersih

1,759,015

1,954,621

1,975,658

10

Tagihan kepada Bukan Penduduk

1,874,561

2,071,764

2,093,505

11

Kewajiban kepada Bukan Penduduk

115,545

117,143

117,847

12

Tagihan kepada Bank Umum dan BPR

56

56

56

13

Kredit Likuiditas

56

56

56

14

Tagihan Lainnya

0

-

-

15

Tagihan Bersih kepada Pemerintah Pusat

-6,89

-108,875

-50,51

16

Tagihan kepada Pemerintah Pusat

155,269

127,419

125,649

17

Kewajiban kepada Pemerintah Pusat

162,159

236,294

176,158

18

Tagihan kepada Sektor Lainnya

10,106

9,875

9,869

19

Tagihan kepada Lembaga Keuangan Lainnya 2)

0

 

 

20

Pinjaman yang Diberikan

0

-

-

21

Tagihan Lainnya

0

-

-

22

Tagihan kepada Pemerintah Daerah

0

-

-

23

Pinjaman yang Diberikan

0

-

-

24

Tagihan Lainnya

0

-

-

25

Tagihan kepada Lembaga Keuangan Bukan Bank BU

0

-

-

26

Pinjaman yang Diberikan

0

-

-

27

Tagihan Lainnya

0

-

-

28

Tagihan Kepada Sektor Swasta

10,106

9,875

9,869

29

Pinjaman yang Diberikan

0

-

-

30

Tagihan Lainnya

10,106

9,875

9,869

31

Operasi Pasar Terbuka 3)

-173,675

-361,142

-398,08

32

Kewajiban Lainnya Bank Umum dan BPR

-89,668

-56,104

-59,988

33

Simpanan Termasuk Uang Beredar

0

 

 

34

Simpanan Tidak Termasuk Uang Beredar

0

 

 

35

Saham dan Modal Lainnya

-354,651

-464,791

-489,646

36

Lainnya Bersih

-32,786

-39,965

-26,568

 

 

1)      Sejak Oktober 2009, SBI dan SDBI yang digunakan untuk pemenuhan GWM  Sekunder diperhitungkan sebagai komponen Uang Primer. Sejak Juli 2018, seiring dihapuskannya GWM Sekunder maka SBI dan SDBI tidak lagi diperhitungkan sebagai komponen Uang Primer.

2)      Sejak Juli 2011, dilakukan reklasifikasi komponen Tagihan Lainnya ke Pinjaman yang Diberikan berdasarkan klasifikasi pada MFSM 2000.

3)      Terdiri dari total SBI setelah dikurangi SBI yang digunakan untuk pemenuhan GWM Sekunder dan diperhitungkan sebagai komponen Uang Primer (butir 1), SBIS, Repo OPT, Term Deposit, BI Deposit Facility, BI Lending Facility, SBN.

4)      Pada edisi September 2019 dilakukan revisi data periode Januari – Agustus 2019, antara lain reklasifikasi sektor institusi dari pemerintah menjadi Lembaga Keuangan Non Bank sehingga dikategorikan sebagai Komponen Uang Primer berupa Giro Sektor Swasta.



Sumber :

1. PDB Pengeluaran - Portal Satudata Perdagangan (kemendag.go.id) 

2. APBN 2019 (kemenkeu.go.id)

3. 28_kfr2019_sultra.pdf (kemenkeu.go.id)

4. Gubernur Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2018 di DPRD Sultra | ZonaSultra.com

5. TABEL1_2.pdf (bi.go.id)

6. Neraca Pembayaran (NPI) Triwulan IV 2020 Tetap Baik, Ketahanan Eksternal Terkendali (bi.go.id)

7. https://www.bi.go.id/id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengelolaan Nilai Tukar dan Aliran Modal Asing

    Assalamua'alaikum Happ y Readers 😊😊 yuk simak dan pahami materi mengenai Pengelolaan Nilai Tukar di Indonesia....  Selamat Membaca...