Assalamua'laikum Happy Readers🙏😎
Udah pada tau belum mengenai Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter di Indonesia yang berlaku saat ini? Kalau sudah ya Alhamdulillah😁 Dan kalau belum, yuk disimak edukasi tentang itu di bawah ini!!👇 Selamat Membaca!!
Permasalahan kredit perbankan memainkan peran penting dalam perkembangan dunia usaha. Peran perbankan sangat diperlukan sebagai penyedia dana bagi perusahaan dalam berbagai bentuk pinjaman usaha yang nantinya akan digunakan untuk operasional perusahaan. Apabila hal tersebut dapat terjadi secara berkesinambungan, maka perusahaan akan turut membangun perekonomian. Perusahaan yang terus berkembang akan menjadi target bagi para investor dalam menanamkan dana dalam berbagai bentuk investasi. Interaksi antara perbankan dengan perusahaan ini akan menghasilkan berbagai dampak. Banyaknya kredit perbankan yang dikucurkan pada sector riil akan menentukan tingkat kemampuan produksi yang nantinya mempengaruhi output riil di berbagai sector ekonomi, serta berbagai macam pengaruh lain yang akan memberikan dampak bagi perekonomian secara keseluruhan.
Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kebijakan yang diambil pemerintah, dalam hal ini bank sentral dalam mengatur dan mengendalikan moneter sehingga kebijakan tersebut pada akhirnya memberikan pengaruh yang positif pada berbagai variable ekonomi dan perekonomian secara keseluruhan.
Hakekat Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter
Mekanisme transmisi kebijakan moneter pada dasarnya menggambarkan bagaimana kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral mempengaruhi berbagai aktivitas ekonomi dan keuangan sehingga pada akhirnya dapat mencapai tujuan akhir yang ditetapkan. Secara spesifik, Taylor (1995) menyatakan bahwa mekanisme transmisi kebijakan moneter adalah “the process through which monetary policy decisions are transmitted into changes in real GDP and inflation”. Kebijakan moneter menjadi bagian Integral dari kebijakan makro ekonomi. Tujuannya untuk mendukung tercapainya sasaran ekonomi makro, yaitu pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan, dan keseimbangan neraca pembayaran (Iswardono, 1997). Pemegang Otoritas Moneter di Indonesia adalah Bank Sentral dalam hal ini Bank Indonesia (BI). Mekanisme transmisi moneter dimulai dari tindakan bank sentral dengan menggunakan instrumen moneter, apakah OPT atau yang lain, dalam melaksanakan kebijakan moneternya. Tindakan itu kemudian berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan keuangan melalui berbagai saluran transmisi kebijakan moneter, yaitu saluran uang, kredit, suku bunga, nilai tukar, harga aset, dan ekspektasi.3 Di bidang keuangan, kebijakan moneter berpengaruh terhadap perkembangan suku bunga, nilai tukar, dan harga saham di samping volume dana masyarakat yang disimpan di bank, kredit yang disalurkan bank kepada dunia usaha, penanaman dana pada obligasi, saham maupun sekuritas lainnya. Sementara itu, di sektor ekonomi riil kebijakan moneter selanjutnya mempengaruhi perkembangan konsumsi, investasi, ekspor dan impor, hingga pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang merupakan sasaran akhir kebijakan moneter.
Kebijakan Moneter dan Perekonomian Terbuka
- Keterbukaan ekonomi suatu negara turut memberikan konsekuensi pada perencanaan dan pelaksanaan Kebijakan Moneter
- Transaksi perdagangan dan keuangan internasional yang di lakukan oleh suatu negara akan mempengaruhi aliran dana luar negeri ( Capital Out Flow ), sehingga mempengaruhi jumlah uang beredar di suatu negara dalam perekonomian dalam hal ini aktivitas ekspor impor.
- Di sisi lainnya, Konsep Trilemma Kebijakan ( imposible Trinity ) antara Free Capital Mobility dalam hal ini akivitas modal keluar masuk dengan Otonomi Moneter dan bagaimana kita mengatur Exchange Rate bagi negara yang menganut perekonomian terbuka. Menjelaskan bahwa suatu negara di hadapkan pada salah satu sisi dari ketiga hal tersebut ( pengelolaan nilai tukar, keleluasan arus modal dan Otonomi kebijakan moneter).
Kebijakan Moneter dan Siklus Bisnis
- Pola Kebijakan Moneter
- Expansionary monetary policy , merupakan kebijakan moneter yang di lakukan untuk mendorong pemulihan ekonomi pada saat Resesi
- Contractionary monetary policy, merupakan kebijakan moneter yang di lakukan untuk menjaga agar kondisi perekonomian tidak mengalami pemanasan ( overheating )
- Arah Kebijakan Moneter
- Prociclical/accommodative monetar policiy, pola penerapan kebijakan moneter yang cenderung "mengakomodasi" fluktuasi perekonomian.
- Counter-c clical monetar policy , pola penerapan kebijakan moneter yang secara aktif bersifat "memperlunak" perkembangan kegiatan ekonomi yang cenderung menuju titik balik ekstrim.
Penentuan Respons Kebijakan Moneter
- Rule-based policy , penetapan kebijakan dilakukan dengan merespons kondisi yang sebagaimana telah diperhitungkan dalam formulasi penetapan instrumen kebijakan yang telah dilakukan sebelumnya.
- Discreation-based policy , penetapan kebijakan dilakukan dengan lebih mendasarkan pada evaluasi dari waktu ke waktu yang memperhitungkan kondisi yang sedang berlangsung, serta menganggap perkembangan dan kebijakan masa lalu sebagai sesuatu yang tidak lagi relevan.
- Money Growth Rules (McCallum 1998), Kaidah respon kebijakan yang berbasis pada pertumbuhan jumlah uang beredar mempertimbangkan pendapatan nominal,pendapatan nominal potensial dan tingkat velocity of money. Hal ini berkaitan dengan perubahan jumlah uang beredar di masyarakat dengan melihat keinginan mereka untuk berbelanja.
- Interestrate Rules (Taylor,1993 ), kaidah respon kebijakan berbasis pada penentuan tingkat suku bunga kebijakan dengan mempertimbangkan suku bunga nominal,target inflasi, output riil,dan output riil potensial.
Tujuan Kebijakan Moneter
- Menjamin stabilitas ekonomi, hal ini dapat diwujudkan melalui keseimbangan arus barang/jasa dengan peredaran uang.
- Mengendalikan Inflasi , hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi uang yang beredar di masyarakat dan menjaga ketersediaan uang di bank.
- Menjaga keseimbangan neraca pembayaran Internasional, hal ini dapat di wujudkan melalui kestabilan jumlah barang ekspor dan impor.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi, untuk mencapai tujuan ini diperlukan kesuksesan tiap komponen. Misalnya, tersedia lapangan kerja, kontrol tingkat inflasi, aktivitas produksi dan permintaan barang, dan lainnya.
- Kestabilan harga barang dan jasa
- Kestabilan harga uang dalam hal ini suku bunga (interest rate)
- Kestabilan harga dalam Konteks harga mata uang yakni Kurs (exchange rate)
Instrumen Kebijakan Moneter
- Operasi Pasar Terbuka. Instrumen ini berbentuk kegiatan jual-beli surat-surat berharga oleh Bank Sentral, baik di pasar primer maupun pasar sekunder melalui mekanisme lelang atau nonlelang. Instrumen ini digunakan pada saat terjadi kelangkaan maupun kelebihan barang dan jasa di masyarakat.
- Fasilitas Diskonto adalah fasilitas kredit dan/atau simpanan yang diberikan oleh bank sentral kepada bank-bank dengan jaminan surat-surat berharga dan tingkat diskonto yang ditetapkan oleh bank sentral sesuai dengan arah kebijakan moneter.
- Cadangan Wajib Minimum adalah jumlah alat likuid minimum yang wajib dipelihara oleh bank komersial. Perbankan diwajibkan memiliki instrumen ini.
- Liquidity provision, merujuk kepada upaya pelonggaran fasilitas pinjaman oleh bank sentral kepada bank konvensional.
- Large-Scale Asset Purchasess merujuk kepada operasi pasar oleh bank sentral untuk pembelian surat utang skala besar yang bertujuan untuk mempengaruhi tingkat suku bunga dari segmen utang tertentu (baik milik pemerintah ataupun swasta).
- Forward Guidance merujuk kepada upaya pengelolaan ekspektasi dari para pelaku pasar, terutama mengenai tingkat suku bunga jangka panjang.
Sasaran Operasional Kebijakan Moneter
- Pendekatan Harga (suku bunga), didasarkan pada hipotesis bahwa pengendalian tingkat harga secara efektif dapat mengendalikan stabilitas perekonomian
- Pendekatan Kuantitas (Uang primer, cadangan bank), didasarkan pada hipotesis bahwa pengendalian besaran-besaran moneter secara efektif dapat mengendalikan stabilitas perekonomian.
Referensi
- Warjiyo, Perry. (2004). Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter Di Indonesia. Buku Seri Kebanksentralan No. 11, Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK). Bank Indonesia.
- https://www.bi.go.id/id/bi-institute/policy-mix/core/Documents/Kebijakan%20Moneter.pdf